Museum Lhokseumawe

Sejarah Kota Lhokseumawe

Telusuri perjalanan panjang kota Lhokseumawe dari masa ke masa, mulai dari pembentukan hingga menjadi kota modern yang kita kenal hari ini.

Kota Lhokseumawe Dalam Angaka

25 Tahun

Usia Kota Lhokseumawe

197.340 jiwa

Populasi Penduduk

50+

Situs Budaya Bersejarah

181,06 Km2

Luas Wilayah

Perjalanan Sejarah

Era Kerajaan dan Kesultanan

Pada Abad ke-13 wilayah lhokseumawe menjadi bagian penting dari pusat peradaban Islam tertua di Nusantara, yakni Kerajaan Samudera Pasai. Kemudian, pada tahun 1524 Lhokseumawe secara resmi berada di bawah kedaulatan Kesultanan Aceh Darussalam. Wilayah ini dipimpin oleh raja (Uleebalang) yang memiliki pertalian darah langsung dengan sultan.

Abad ke-13 hingga ke-19)

Era Kolonial Belanda

tahun 1894, Lhokseumawe dan sekitarnya berada di bawah kekuasaan dan pendudukan kolonial Belanda, yang ditandai dengan pembangunan berbagai pos pertahanan dan infrastruktur militer. dan pada awal abad ke-20, Wilayah Lhokseumawe menjadi salah satu basis perlawanan pejuan Aceh dalam menantang penjajahan Belanda.

Abad ke-19 hingga ke-20

Era Kemerdekaan dan Orde Baru

Pasca Kemerdekaan, Lhokseumawe menjadi ibu kota Kabupaten Aceh Utara. Pada tahun 1980 - 1990 Lhokseumawe meledak menjadi kawasan industri raksasa menyusul ditemukannya cadangan gas alam cair (LNG) yang dikelolah oleh PT Arun NGL. Hal ini membawa kemakmuran pesat dan memberikan julukan Lhokseumawe sebagai "Kota Petro Dollar". Kemudian pada tanggal 23 Februari 1983 pemerintah secara resmi menetapkan status Lhokseumawe menjadi Kota Administratif (Konif) yang memisahkannya secara fungsional dari kota-kota kecamatan di Aceh Utara.

1945 - 1990

Era Otonomi Daerah dan Masa Kini

Tanggal 21 Juni 2001, Presiden RI Abdurrahman Wahid (Gusdur) menandatangani UU Nomor 2 Tahun 2001 yang resmi menetapkan Lhokseumawe menjadi daerah otonom. Kemudian pada tanggal 17 Oktober 2001 secara resmi menjadi hari lahir Kota Lhokseumawe setelah sepenuhnya lepas dari Kabupaten Aceh Utara. dan pada tahun 2006 terjadi pemekaran wilayah Kecamatan Muara Dua menjadi dua kecamatan, yaitu Kecamatan Muara Dua dan Kecamatan Muara Satu.

2001 - Sekarang