Skip to main content

Museum Lhokseumawe

Museum Kota Lhokseumawe Gelar Kajian Jeungki bagi Pelajar Tingkat SMP

Lhokseumawe, 23 Juli 2026 – Museum Kota Lhokseumawe kembali melaksanakan kegiatan edukatif melalui Kajian Jeungki Tingkat SMP Sederajat yang berlangsung pada 22–23 Juli 2026 di Museum Kota Lhokseumawe. Kegiatan ini diikuti oleh 30 pelajar tingkat SMP sederajat dari berbagai sekolah di Kota Lhokseumawe sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap warisan budaya Aceh.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yaitu Ade Ikhsan Kamil dan Mujiburrahman, dosen Universitas Malikussaleh, yang menyampaikan materi mengenai sejarah, fungsi, filosofi, serta nilai budaya Jeungki dalam kehidupan masyarakat Aceh. Selain memberikan penjelasan mengenai peran Jeungki sebagai alat tradisional pengolah padi, narasumber juga mengulas nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, dan kearifan lokal yang terkandung di dalamnya.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti penyampaian materi, diskusi interaktif, sesi tanya jawab, serta pengenalan langsung terhadap Jeungki sebagai salah satu koleksi budaya yang dimiliki Museum Kota Lhokseumawe. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam berdiskusi dan menggali informasi mengenai sejarah serta fungsi Jeungki dalam kehidupan masyarakat Aceh pada masa lampau.

Melalui kegiatan ini, para pelajar memperoleh pemahaman bahwa Jeungki tidak hanya memiliki fungsi sebagai alat tradisional, tetapi juga merupakan bagian dari identitas budaya Aceh yang mencerminkan semangat kebersamaan dan kerja sama dalam kehidupan masyarakat.

Kepala Museum Kota Lhokseumawe menyampaikan bahwa kegiatan kajian merupakan salah satu bentuk pemanfaatan museum sebagai pusat edukasi dan pembelajaran budaya bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Diharapkan kegiatan ini mampu menumbuhkan rasa bangga, kepedulian, dan tanggung jawab untuk menjaga serta melestarikan warisan budaya daerah.

Museum Kota Lhokseumawe berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai program edukatif yang memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya lokal kepada masyarakat. Melalui kegiatan kajian seperti ini, museum diharapkan semakin berperan sebagai ruang belajar yang mampu menghubungkan generasi muda dengan nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur.