Skip to main content

Museum Lhokseumawe

Museum Kota Lhokseumawe Selenggarakan Kajian Infrastruktur Rumoh Aceh bagi Pelajar Kota Lhokseumawe

Lhokseumawe, 25 Juli 2026 – Museum Kota Lhokseumawe kembali melaksanakan kegiatan edukatif melalui Kajian Infrastruktur Rumoh Aceh Tingkat SMA Sederajat yang berlangsung pada 24–25 Juli 2026 di Museum Kota Lhokseumawe. Kegiatan ini diikuti oleh 30 pelajar tingkat SMP sederajat dari berbagai sekolah di Kota Lhokseumawe sebagai upaya memperkenalkan kekayaan arsitektur tradisional Aceh kepada generasi muda.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yaitu Nur Iman dan Rizki Wahyudi, yang menyampaikan materi mengenai struktur bangunan Rumoh Aceh, fungsi setiap bagian bangunan, ragam hias, serta filosofi yang terkandung di dalamnya. Para peserta diajak memahami bahwa Rumoh Aceh tidak hanya memiliki nilai arsitektur, tetapi juga mencerminkan identitas, kearifan lokal, dan nilai-nilai kehidupan masyarakat Aceh.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, serta pengenalan lebih mendalam mengenai konstruksi dan filosofi Rumoh Aceh. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai keunikan rumah adat Aceh yang diwariskan oleh para leluhur.

Melalui kegiatan ini, para pelajar memperoleh pemahaman bahwa setiap bagian Rumoh Aceh memiliki makna filosofis yang erat kaitannya dengan nilai budaya, kehidupan sosial, dan kearifan masyarakat Aceh. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga sekaligus kepedulian generasi muda terhadap pelestarian warisan budaya daerah.

Museum Kota Lhokseumawe terus berkomitmen menghadirkan berbagai program edukasi yang mendukung pelestarian budaya melalui pendekatan yang informatif dan interaktif. Diharapkan kegiatan kajian ini dapat meningkatkan apresiasi generasi muda terhadap Rumoh Aceh sebagai salah satu warisan budaya yang menjadi identitas masyarakat Aceh.