Skip to main content

Museum Lhokseumawe

Mahasiswa Thailand Pelajari Sejarah Lhokseumawe, Disambut Hangat Walikota Sayuti Abubakar

LHOKSEUMAWE – Kota Lhokseumawe kembali menunjukkan pesonanya di kancah internasional sebagai kota yang kaya akan nilai sejarah dan budaya. Pada Rabu, 5 November 2025, Museum Kota Lhokseumawe menerima kunjungan istimewa dari rombongan mahasiswa asal Thailand yang didampingi oleh para dosen dari kampus politeknik. Kunjungan edukatif ini bertujuan untuk mengenal lebih dekat warisan dan peninggalan sejarah berharga yang ada di Kota Lhokseumawe.

Sebelum bertolak menuju museum, rombongan mahasiswa dan dosen politeknik ini mendapat kehormatan untuk bertamu langsung dengan Walikota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H. Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban ini digelar di ruang kerja Walikota.

Dalam sambutannya, Dr. Sayuti Abubakar menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas ketertarikan generasi muda luar negeri terhadap sejarah Lhokseumawe. Beliau berharap kunjungan ini dapat mempererat hubungan bilateral di bidang pendidikan dan kebudayaan.

“Kami sangat senang menyambut kehadiran para mahasiswa dari Thailand. Lhokseumawe memiliki benang merah sejarah yang sangat kuat, terutama sebagai bagian dari jalur perdagangan kuno dan syiar Islam. Semoga sekembalinya ke Thailand, adik-adik mahasiswa bisa membagikan cerita indah tentang kota kami,” ujar Dr. Sayuti Abubakar.

Setelah berdiskusi dan berfoto bersama Walikota, agenda utama pun dimulai. Rombongan langsung diarahkan menuju Museum Kota Lhokseumawe. Di sana, para mahasiswa Thailand tampak sangat antusias melihat dari dekat berbagai koleksi benda bersejarah, mulai dari manuskrip kuno, mata uang numismatik, hingga alat tradisional masyarakat Aceh tempo dulu.
Dampingan dari para dosen politeknik serta pemandu museum membuat sesi diskusi mengalir seru. Banyak dari mahasiswa Thailand yang kagum dengan kemiripan beberapa unsur budaya Aceh dengan wilayah Thailand bagian selatan.

Poin Penting dari Kunjungan Budaya Ini:

  • Edukasi Lintas Negara: Menjadi sarana belajar yang efektif bagi mahasiswa asing untuk memahami sejarah peradaban Islam dan perdagangan di Selat Malaka.
    Promosi Wisata
  • Sejarah: Menegaskan posisi Museum Kota Lhokseumawe sebagai destinasi wisata edukasi yang layak diperhitungkan di tingkat internasional.
    Kolaborasi
  • Akademik: Membuka peluang kerja sama lanjutan antara pihak politeknik pendamping dengan institusi pendidikan di Thailand dalam hal riset budaya.

Kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa sejarah bukan sekadar masa lalu, melainkan jembatan yang mampu menghubungkan berbagai bangsa di masa kini. Sampai jumpa di kunjungan budaya seru berikutnya!